abrdut

Rabu, April 13, 2011

Rencana Bisnis

PERENCANAAN BISNIS

A.    Pengertian dan Fungsi Bisnis
Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti "sibuk" dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.
Dalam ekonomi kapitalis, dimana kebanyakan bisnis dimiliki oleh pihak swasta, bisnis dibentuk untuk mendapatkan profit dan meningkatkan kemakmuran para pemiliknya. Pemilik dan operator dari sebuah bisnis mendapatkan imbalan sesuai dengan waktu, usaha, atau kapital yang mereka berikan. Namun tidak semua bisnis mengejar keuntungan seperti ini, misalnya bisnis koperatif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan semua anggotanya atau institusi pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Model bisnis seperti ini kontras dengan sistem sosialistik, dimana bisnis besar kebanyakan dimiliki oleh pemerintah, masyarakat umum, atau serikat pekerja.
Secara etimologi, bisnis berarti keadaan dimana seseorang atau sekelompok orang sibuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan. Kata "bisnis" sendiri memiliki tiga penggunaan, tergantung skupnya — penggunaan singular kata bisnis dapat merujuk pada badan usaha, yaitu kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan. Penggunaan yang lebih luas dapat merujuk pada sektor pasar tertentu, misalnya "bisnis pertelevisian." Penggunaan yang paling luas merujuk pada seluruh aktivitas yang dilakukan oleh komunitas penyedia barang dan jasa. Meskipun demikian, definisi "bisnis" yang tepat masih menjadi bahan perdebatan hingga saat ini.

·                Bisnis dalam arti luas adalah istilah umum yang menggambarkan semua aktifitas dan institusi yang memproduksi barang & jasa dalam kehidupan sehari-hari
·                Bisnis sebagai suatu sistem yang memproduksi barang dan jasa untuk memuaskan kebutuhan masyarakat (bussinessis then simply a system that produces goods and service to satisfy the needs of our society) [Huat, T Chwee,1990]
·                Bisnis merupakan suatu organisasi yang menyediakan barang atau jasa yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan [Griffin & Ebert]

Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa :
“Bisnis adalah kegiatan yang dilakukan oleh individu dan sekelompok orang (organisasi) yang menciptakan nilai (create value) melalui penciptaan barang dan jasa (create of good and service) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan memperoleh keuntungan melalui transaksi.”

B.            Pengertian Perencanaan Bisnis
1.        Pengertian Perencanaan
Perencanaan” dalam arti yang sederhana sering diberi makna dengan ungkapan seperti “berpikir sebelum bertindak atau berhitung sebelum melangkah”.
Perencanaan adalah fungsi manajemen yang berhubungan dengan pemilihan visi, misi dan tujuan, strategi, kebijakan, prosedur, aturan, program dan anggaran.
Peranan perencanaan ini sangat penting dalam kaitannya dengan upaya pencapaian suatu tujuan. Tanpa ada perencanaan atau perencanaan yang dibuat kurang baik, maka kemungkinan besar tujuan tersebut tidak tercapai atau tercapai tetapi dengan biaya yang sangat mahal.

2.        Pengertian Perencanaan Bisnis(Business Plan)
Ø   Perencanaan bisnis adalah dokumen tertulis yang menguraikan ide dasar yang mendasari pertimbangan pendirian bisnis dan hal yang berkaitan dengan pendirian tersebut.
Ø   Business Plan adalah rencana usaha yang dituangkan dalam bentuk tulisan dengan uraian setiapbagian dari usaha secara detail
Ø   Dokumen tertulis yang menerangkan tentang bisnis yang akan dijalankan, dan bagaimana rencana pemasaran, produksi, SDM, keuangan serta analisis resiko dan hasil
\
Definisi Business Plan menurut
Ø  Buchari Alma 2000:174
Yaitu suatu dokumen yang menyatakan keyakinan akan kemampuan sebuah bisnis untuk menjual barang atau jasa dengan menghasilkan keuntungan yang memuaskan dan menarik bagi penyandang dana.

Ø  Bygrave 1994:441
Business Plan adalah dokumen yang disediakan oleh interpreneur sesuai pula dengan pandangan penasehat profesionalnya yang memuat rincian tentang masa lalu, keadaan sekarang dan kecendrungan dari sebuah perusahaan.
Isinya mencakup analisis tentang manajerial, keadaan fisik bangunan, karyawan, produk, sumber peermodalan, informasi tentang jalannya perusahaan. Dan juga berisis tentang profit, neraca perusahaan proyeksi aliran kas untuk 2 tahun mendatang, juga mencatat pandangan atau ide dari anggota tim manajemen .

Nilai utama dari rencana bisnis Anda adalah membuat garis besar tertulis yang mengevaluasi segala aspek kelangsungan hidup ekonomi dari upaya bisnis Anda termasuk uraian dan analisis terhadap prospek bisnis Anda.

C.  Pentingnya Rencana Usaha
1.        Pentingnya Rencana Usaha
Betapapun sederhananya suatu rencana usaha meskipun hanya di angan pasti sudah ada rencana usaha yang akan diambil namun rencana itu hanya menyangkut beberapa faktor diantaranya:   
a.   Usaha yang akan dibuka
b.   Mengapa mengambil usaha tersebut
c.   Dimana lokasinya
d.  Siapa konsumennya
e.   Darimana sumber dananya
Pewirausaha yang tidak membuat perencanaan , berarti dalam usahanya hanya menyiapkan kegagalan,karena dalam setiap bagian dari rencananya bila menemui hambatan telah disiapkan antisipasinya. Perencanaan usha secara teoritis sangat penting mengingat rencana tersebut merupakan program kerja yang harus dilaksanakan sekaligus merupakan program kerja yang harus dilaksanakan sekaligus pegangan / pedoman untuk pengembang usaha.
Seseorang yang akan mendirikan suatu perusahaan maka orang tersebut harus tahu betuk karakter produk yang akan dihasilkan minimal harus ada catatan–catatan tertentu secara tertulis apa yang akan dilaksnakan.
Memulai usaha baru sebaiknya berawal dari usaha kecil. Hal ini banyak memberikan pelajaran kepada kita diantaranya :
a.       Modal awal tidak besar
b.      belajar mengantisipasi hambatan
c.       Memahami bentuk penyempurnaan proses usaha
d.      Belajar membaca peluang
Dari pembelajaran diatas kita dapat menganalisis setiap hambatan sehingga kesulitan yang dihadapi segera dapat diantisipasi dan dicari jalan keluarnya.Hal ini akan membantu dalam pengembangan usaha yang lebih besar.
Rencana bisnis  akan bermanfaat dalam banyak cara. Berikut ini adalah beberapa alasan untuk tidak mengabaikan alat yang berguna ini.
·         Pertama-tama, rencana bisnis akan menetapkan dan memusatkan tujuan  dengan memanfaatkan keterangan dan analisis yang sesuai.
·         Rencana Usaha dapat dimanfaatkan sebagai suatu alat penjualan dalam menangani hubungan penting termasuk para pemberi pinjaman, investor, dan bank.
·         Rencana Usaha dapat dimanfaatkan rencana itu untuk menghimpun pendapat dan nasehat dari orang lain, termasuk mereka yang berkecimpung di bidang bisnis Anda, yang akan memberi Anda nasehat berharga dengan gratis. Terlalu sering, pengusaha maju sedikit demi sedikit (“My Way!”) tanpa memanfaatkan masukan dari para ahli yang dapat membantunya menghemat banyak. “My Way” memang lagu yang bagus, namun dalam praktiknya dapat menimbulkan penderitaan yang tidak perlu.
·         Suatu Rencana bisnis dapat mengungkapkan segala kelalaian dan/atau kelemahan di dalam proses perencanaan Anda.

2.        Gagalnya Rencana Usaha
        Rencana usaha dapat gagal dan tidak sesuai dengan yang telah direncanakan disebabkan oleh :
a.             Pasar tidak jelas.
b.             Jadwal untuk mencapai sasaran tidak jelas.
c.             Prioritas usaha tidak ada atau tidak jelas.
d.            Tidak menunjukan kompetensi.
e.             Menunda langkah-langkah penting.
f.              Takut resiko.
g.             Tujuan yang disertakan tidak berdasarkan fakta dan survey
h.             Setiap bagian rencana tidak detail
i.               Perencanaan tidak menggunakan analisis yang obyektif dalam melihat kelemahan, ancaman, peluang, dan perlakuan real (nyata) dalam bisnisnya



D.           FUNGSI DAN TUJUAN PERENCANAAN BISNIS
1.     Tujuan dari perencanaan bisnis adalah:
a.       Mengidentifikasi lingkup dan konteks kesempatan bisnis.
b.      Menyajikan pendekatan yang digunakan oleh para wirausaha di dalam mengeksploitasi kesempatan tersebut.
c.       Mengidentifikasi faktor-faktor yang menentukan, jika usaha tersebut berhasil.
d.      Alat untuk menaikkan modal keuangan.
e.       Menghindari penanam modal yang sia-sia.
f.       Melihat prospek usaha yg baik dimasa yang akan datang.
g.      Sebagai alat kontrol atau kendali jalannya usaha.

2.    Fungsi perencanaan bisnis:
a.       Menyediakan pernyataan akan sasaran dan strategi yang diartikulasikan secara   jelas untuk digunakan di lingkungan internal.
b.      Sebagai dokumen penjualan yang akan dibagikan/diberikan kepada pihak luar.
c.       Sebagai dokumen yang dapat digunakan untuk menarik investor
d.      Sebagai pedoman yang menberikan motivasi terhadap karyawan untuk berkembang
e.       Sebagai alat yang menyatakan sebagai pemilik/pemegang suatu uasah/bisnis

E.            Cara Menulis Sebuah PerencanaaN Bisnis yang Disertakan oleh the U.S. Small Business Administration (SBA).
a.      Executive Summary
Penggambaran secara garis besar akan dokumen yang diselsaikan pertama kali pada dokumen yang telah rampung akan tetapi tetap harus dicantumkan dibelakangnya.
b.      Informasi Perusahaan
Membahas  mengenai bagaimana melihat semua elemen – elemen yang berbeda dari bisnis anda saling melengkapi satu sama lain
c.       Produk dan Layanan
Informasi mengenai produk dan jasa yang ada rencanakan untuk ditawarkan/ dijual oleh anda dan bagaimana posisi mereka bila dibandingkan dengan saingan anda yang juga menawarkan/ menjual produk dan jasa yang serupa.
d.      Analisa Pasar
Penjelasan mengenai market anda, kedudukan anda di pasaran dan permintaan pasar terhadap produk dan jasa (didukung dengan dokumen terkait).
Persentase pasar saham yang anda harapkan dan kesimpulan terhadap semua data riset pemasaran yang diperoleh.
e.       Strategi Pemasaran dan Penjualan
Membahas mengenai bagaimana strategi mempromosikan bisnis anda, bagaimana mengatur produk dan jasa anda kepada pelanggan terkait, total pengeluaran  pendistribusian dan promosi, dan juga bagaimana anda mengukur tingkat keefektifan metode yang anda implementasikan.
f.       Struktur Organisasi dan Manajemen
Struktur yang sah dari bisnis anda, siapa saja yang menjadi tim inti dalam bisnis anda, dan siapa – siapa yang bertanggung jawab untuk apa dan seberapa besar biaya yang dibutuhkan untuk membayar mereka.
g.      Data Keuangan
Neraca Saldo anda, dalam keadaan seimbang, pernyataan pendapatan/ pemasukan usaha, dan penyatataan arus kas. Anda juga pasti berkeingian untuk mencantumkan mengenai informasi sejarah keuangan usaha dan pandangan/ perkiraan ke depan keuangan usaha.
h.      Kredit Pembiayaan
Bagian ini diperuntukkan bagi mereka yang melakukan permohonan pembiayaan untuk bisnis anda. Jika anda tidak sedang mencari pembiayaan/ bantuan dari luar, maka anda dapat meninggalkan bagian ini.
i.        Appendix
Mengandung/ berkaitan dengan keterang data yang mendukung, sebagai contoh resume, penjelasan mendetail tentang pencarian riset pasar, perkiran – perkiraan, dan semua dokumen – dokumen  terkait yang mendukung isi dari perencanan bisnis yang terhubung.

F.            Isi Perencanaan Bisnis
1.    Unsur-unsur yang harus ada dalam perencanaan bisnis :
a.    Rencana pemasaran
b.    Rencana produksi
c.    Rencana keuangan
d.    Rencana SDM dan organisasi
e.    Analisa resiko dan hasil
f.     Batasan Waktu

2.    Isi Perencanaan Bisnis
a.      Ringkasan Eksekutif
Memberikan gambaran singkat tentang rencana suatu usaha secara keseluruhan.
b.      Pernyataan Visi dan Misi
Mengambarkan secara singkat strategi dan filosofi yang dikehendaki dalam membuat visinya terlaksana.
·         Misi: apa yang harus dilakukan suatu organisasi dapat berhasil (apa bisnis kita)
·         Visi: cara pandang jauh ke depan, ke mana organisasi harus dibawa, agar organisasi tersebut dapat eksis. (akan menjadi apa bisnis kita)
c.       Latar belakang usaha
Berisikan laporan singkat sejarah suatu usaha dan situasi usaha saat ini
d.      Gambaran usaha secara detail
Berisikan keunikan usaha yang dimiliki dan faktor-faktor utama yang mempengaruhi
keberhasilan (seperti: harga, kualitas, keandalan, ketahanan, sifat-sifat teknik)
e.       Situasi Pasar saat ini
Menyajikan data latar belakang yang relevan mengenai pasar, produk, persaingan
dan distribusi
·           Situasi pasar: di sini diberikan data tentang pasar sasaran, yang meliputi: ukuran pasar dan pertumbuhan pasar, potensi pembeli terhadap produk, motivasi pembelian, sifat-sifat pembelian, target pasar spesifik, pengaruh pasar eksternal.
·           Situasi produk: di sini ditunjukkan penjualan, harga, marjin kontribusi dan laba bersih setiap produk dalam beberapa tahun terakhir.
·           Situasi pesaing: di sini dijelaskan pesaing utama beserta ukuran, sasaran, pangsa pasar, mutu produk, strategi pemasaran dan sifat-sifat lain yang dimiliki pesaing
·           Situasi distribusi: dalam bagian ini diberikan data mengenai ukuran dan pentingnya setiap saluran distribusi.
·           Situasi lingkungan makro: bagian ini menjelaskan kecenderungan kondisi lingkungan makro (demografi, ekonomi, politik, hukum, sosial, budaya) yang mempengaruhi masa depan produk yang ditawarkan.
f.        Analisis Ancaman dan Masalah
Mengidentifikasi peluang/ancaman, kekuatan/kelemahan utama dan masalah yang dihadapi produk.
·           Analisis peluang/ancaman: menjelaskan peluang dan ancaman yang dihadapi bisnis.
·           Peluang pemasaran: suatu daerah kebutuhan pembeli yang mana perusahaan dapat beroperasi secara menguntungkan
·           Ancaman lingkungan: tantangan akibat kecenderungan atau perkembangan yang kurang menguntungkan, yang akan mengurangi penjualan dan laba, jika tidak dilakukan pemasaran defensif
·            Analisis kukuatan/kelemahan: menjelaskan kekuatan dan kelemahan.
·           Analisis masalah: wirausaha menggunakan hal-hal yang sudah dibicarakan untuk menentukan masalah utama yang dihadapi dalam rencana ini.
g.      Sasaran
Menentukan sasaran jumlah penjualan, pangsa pasar dan laba yang hendak dicapai dalam rencana tersebut.
Ada dua sasaran yang harus diputuskan dalam perencanaan ini, yaitu:
1.      Sasaran keuangan
Memberikan perhitungan keuangan yang dibutuhkan oleh perusahaan dan sumber pendanaan dan proyeksi pendapatan, biaya dan labanya.
2.      Sasaran pemasaran
Memberikan gambaran keuntungan pengguna dari produk dan bentuk pasar yang ada. Menunjukkan pendekatan pemasaran yang hendak digunakan untuk mencapai sasaran rencana, meliputi: Analisis STP, bauran produk dan penelitian dan pengembangan
h.      Program Kerja
Menspesifikasikan apa yang dilakukan, siapa yang akan melakukannya, kapan dilakukan dan berapa biayanya.
i.        Proyeksi Laba-Rugi
Laporan laba dan rugi yang diproyeksikan yang meramalkan hasil keuangan yang
diharapkan dari rencana awal.
j.        Pengendalian
Menunjukkan bagaimana kemajuan rencana akan dipantau.

G.           Tempat bisnis yang akan dipilih
     Di bawah ini adalah hal-hal yang patut diperhitungkan dalam memilih lokasi tempat usaha bisnis kita. Semuanya mengacu pada efisiensi pada biaya operasi, kemempuan bersaing dan harga produk baik barang maupun jasa.
1.        Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan lokasi:
a.         Globalisasi, hal ini terjadi karena:
·         Ekonomi pasar
·         Komunikasi internasional yang lebih baik
·         Pengangutan barang yang lebih cepat dan dapat diandalkan
·         Semakin mudahnya arus kas antarnegara
·         Perbedaan biaya tenaga kerja yang tinggi
b.         Produktivitas tenaga kerja
Pastikan terdapat tenaga kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan dari segi pendidikan, kemampuan, skill, minat, dan sebagainya dengan harga yang mampu dan bisa dibayar perusahaan. Adanya pendidikan dan pelatihan dapat meningkatkan kinerja para pegawai / buruh.
c.         Kurs valuta asing
d.        Biaya, meliputi:
·         Biaya terlihat: biaya-biaya yang langsung dapat diidentifikasi dan secara tepat dapat ditentukan jumlahnya, meliputi: biaya tenaga kerja, biaya bahan baku, pajak, biaya penyusutan peralatan.
·         Biaya tak terlihat: biaya-biaya yang tidak mudah ditentukan angkanya, meliputi: kualitas pendidikan, sikap masyarakat terhadap industri, mutu dan sikap karyawan yang dipekerjakan.
e.         Ketersediaan Bahan Baku
Bahan baku sangat vital dibutuhkan perusahaan untuk menjalankan kegiatan operasionalnya. Semakin dekat pada sumber bahan baku akan semaking menghemat pengeluaran untuk biaya transportasi.
f.     Letak Pasar atau Konsumen yang Dituju
Untuk produsen barang kebutuhan sehari-hari akan sangat menguntungkan jika berada tidak jauh dari target market yang dibidik. Biaya dapat dipangkas dari cost pengiriman produk atau barang.
g.      Sarana dan Prasarana
Pastikan hal-hal mendasar yang menunjang kegiatan bisnis dapat tersedia secara terus-menerus seperti listrik, air, jalan, transportasi, perumahan, dan lain sebagainya
h.      Faktor Eksternal
Kondisi sosial budaya, hukum, iklim, dan lain-lain yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan nantinya.

2.      Komponen yang diperhatikan dalam menentukan Lokasi Jasa
a.         Daya beli area lokasi konsumen yang diseleksi
b.         Kecocokan pelayanan jasa dan citra dengan demografi wilayah konsumen
c.         Persaingan di wilayah tersebut
d.        Mutu persaingan
e.         Keunikan lokasi perusahaan dan lokasi pesaing
f.          Mutu fisik fasilitas perusahaan dan mutu fisik fasilitas perusahaan yang berdekatanletaknya.
g.          Kebijakan operasi perusahaan

H.           Bentuk Usaha dan Bentuk Kepemilikan Yang Akan Dipilih
Badan usaha adalah payung hukum yang membawahi usaha yang akan dijalankan. Artinya perusahaan tidak akan melanggar hukum dalam menjalankan usahanya.
1.         Beberapa bentuk kepemilikan usaha:
·               Perusahaan perorangan
yaitu suatu perusahaan yang dimiliki dan diselenggarakan oleh satu orang.
       Pemilik perusahaan perseorangan memiliki tanggung jawab tak terbatas atas harta perusahaan. Artinya, apabila bisnis mengalami kerugian, pemilik lah yang harus menanggung seluruh kerugian itu.
Kelebihan dari bentuk perusahaan ini adalah mudah didirikan, biaya operasi rendah, bebas dalam pengelolaan dan memiliki daya rangsang yang lebih tinggi
·                Persekutuan
yaitu suatu asosiasi yang didirikan oleh dua orang atau lebih yang menjadi pemilik bersama dari suatu perusahaan sama mengoperasikan perusahaan untuk mendapatkan profit.
Sama seperti perusahaan perseorangan, setiap sekutu (anggota persekutuan) memiliki tanggung jawab tak terbatas atas harta perusahaan. Persekutuan dapat dikelompokkan menjadi persekutuan komanditer dan firma.
·               Perseroan terbatas
Suatu perusahaan yang anggotanya terdiri atas para pemegang saham, yang mempunyai tanggung jawab terbatas terhadap utang-utang perusahaan sebesar modal yang disetor
·               Koperasi
Bisnis yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.
          Koperasi bertujuan untuk menyejahterakan anggotanya. Karateristik utama koperasi yang membedakan dengan badan usaha lain adalah anggota koperasi memiliki identitas ganda. Identitas ganda maksudnya anggota koperasi merupakan pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi.

2.             Bentuk Usaha / Bisnis
Bisnis terdiri dari berbagai macam tipe, dan, sebagai akibatnya, bisnis dapat dikelompokkan dengan cara yang berbeda-beda.
Satu dari banyak cara yang dapat digunakan adalah dengan mengelompokkan bisnis berdasarkan aktivitas yang dilakukannya dalam menghasilkan keuntungan.
·               Manufaktur adalah bisnis yang memproduksi produk yang berasal dari barang mentah atau komponen-komponen, kemudian dijual untuk mendapatkan keuntungan. Contoh manufaktur adalah perusahaan yang memproduksi barang fisik seperti mobil atau pipa.
·               Bisnis jasa adalah bisnis yang menghasilkan barang intangible, dan mendapatkan keuntungan dengan cara meminta bayaran atas jasa yang mereka berikan. Contoh bisnis jasa adalah konsultan dan psikolog.
·               Pengecer dan distributor adalah pihak yang berperan sebagai perantara barang antara produsen dengan konsumen. Kebanyakan toko dan perusahaan yang berorientasi-konsumen adalah distributor atau pengecer. lihat pula: Waralaba
·               Bisnis pertanian dan pertambangan adalah bisnis yang memproduksi barang-barang mentah, seperti tanaman atau mineral tambang.
·               Bisnis finansial adalah bisnis yang mendapatkan keuntungan dari investasi dan pengelolaan modal.
·               Bisnis informasi adalah bisnis menghasilkan keuntungan terutama dari pejualan-kembali properti intelektual (intelellectual property).
·               Utilitas adalah bisnis yang mengoperasikan jasa untuk publik, seperti listrik dan air, dan biasanya didanai oleh pemerintah.
·               Bisnis real estate adalah bisnis yang menghasilkan keuntungan dengan cara menjual, menyewakan, dan mengembangkan properti, rumah, dan bangunan.
·               Bisnis transportasi adalah bisnis yang mendapatkan keuntungan dengan cara mengantarkan barang atau individu dari sebuah lokasi ke lokasi yang lain.






















BAB III
KESIMPULAN

Rencana bisnis adalah suatu langkah penting yang perlu diambil oleh pengusaha bijaksana, tanpa memandang ukuran bisnis. Namun langkah ini terlalu sering diabaikan. Rencana bisnis dapat sangat berbeda-beda ini disesuaikan dengan usaha yang dibuat.
Kebanyakan pengusaha yang baru memulai bisnis enggan menuliskan rencana bisnis mereka. Padahal jika seorang pengusaha ingin berhasil maka harus merencanakan usahanya secara matang serta mendokumentasikannya sebagai pedoman dalam menjalankan usahanya.
Kelalaian inilah yang sering dilakukan oleh kebanyakan pengusaha di Indonesia, dimana kebanyakan dari mereka membuka suatu uasaha baru atas dasar coba-coba saja
Untuk itu sangatlah dianjurkan untuk membuat suatu perencanaan bisnis jika seorang pengusaha ingin bisnisnya maju dan berkembang serta memberikan keuntungan yang besar dan berlangsung secara kontinu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar